Haidar Bagir: Mari Beragama dengan Rasa Cinta (Bagian Awal)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Haidar Bagir, penulis buku-buku tentang Tasawuf dan Presiden Direktur Kelompok Mizan, menanggapi situasi-situasi aktual baik dari dalam maupun luar negeri. Seperti biasanya, penulis buku Mengenal Tasawuf itu menyampaikan pandangan-pandangannya yang bukan cuma segar, tetapi juga mengena kepada konteks.  

Berikut ini pandangannya tentang ateisme, agnostisisme dan keimanan, serta keberagamaan, yang kami rangkum dari akun Twitter Haidar Bagir. Untuk kepentingan penyajian, redaksi mengedit dan menambah sedikit keterangan dari cuitan-cuitan beliau. Selamat menyimak:

Tentang Keberagamaan

Saya bukan sedang bicara soal agama. Agama saya imani sebagai produk wahyu dari Tuhan. Sakral. Tapi ini tentang keberagamaan, cara kita memahami dan mempraktikkan agama kita. Saya merasa keberagamaan sebagian kita sekarang lebih bersifat negatif dan destruktif.

Agama bagi sebagian (cukup banyak) kita telah jadi sarana pengerasan identitas politik dan kelompok, yang melahirkan eksklusivisme dan konflik dengan liyan (yang lain-red). Bahkan kebencian. Padahal sesungguhnya agama adalah sumber kasih, persaudaraan, toleransi, dan kedamaian. Mari beragama dengan rasa cinta.

Sumber: https://islamindonesia.id/tasawwuf/haidar-bagir-mari-beragama-dengan-rasa-cinta.htm