Judul: SAINS “RELIGIUS”, AGAMA “SAINTIFIK”: Dua Jalan Mencari Kebenaran
Diterbitkan oleh: Mizan Pustaka
Tahun Terbit: 2019
Penulis: Haidar Bagir & Ulil Abshar Abdalla
Genre:
Jumlah Halaman: 184
ISBN: 978-602-441-178-7

Deskripsi:

Dalam satu abad terakhir, sains dan teknologi telah menjadi salah satu penggerak dominan perubahan sejarah umat manusia. Cara hidup, bekerja, berkomunikasi, berbelanja, berwisata, bersekolah, bahkan beragama difasilitasi—sekaligus ditentukan dan dipengaruhi—oleh teknologi komunikasi dan informasi.

Lalu, ada agama, yang bermain di wilayah lain kehidupan manusia: moral, psikologi, dan spiritualitas. Namun, tak sedikit yang menganggap agama kini tak relevan lagi. Ia hanya peninggalan masa lampau, ketika manusia belum mencapai kematangan rasional. Benarkah?

Buku ini ingin mengambil jalan moderat, dengan menawarkan upaya mengurai peran keduanya sebagai jalan mencari kebenaran. Ada apresiasi atas segi-segi sains yang bermanfaat bagi agama, terutama dalam menyingkap kenyataan fisikal-empiris alam semesta dan aplikasinya dalam kehidupan manusia. Ada pengakuan bahwa agama mengandung segi-segi yang dapat memberi kontribusi pada sains, terutama menyangkut inspirasi, nilai, dan tujuan.

Ditulis dengan gaya populer, isu-isu sains dan agama yang tampak berat pun dapat dinikmati dengan ringan, tanpa kehilangan argumen-argumen penting.

 

“Pandemi yang menggebrak kita telah membuka lagi luka lama konflik antara tafsir agama tentang malapetaka dan penjelasan sains. Ulil maupun Haidar dengan peka mencoba membahas persoalan besar ini. Kita bersyukur punya dua pemikir ini.”

—Goenawan Mohamad, sastrawan

 

“Buku ini berisi kapsul-kapsul pemikiran tentang relasi agama dan sains yang bisa jadi suplemen ‘vitamin’ bagi benak dan batin kita. Kedua penulis, dalam nada bercakap yang lugas, memetakan gagasan-gagasan filosofis tentang pencarian kebenaran. Penting dan berguna sebagai petunjuk bagi umat Islam di masa kini agar bisa lebih percaya diri berjalan dan mampu menyumbang pada dunia modern ini.”

—Hikmat Darmawan, kritikus dan peneliti budaya popular

 

“Di ranah diskursus antara dua hal krusial dalam peradaban manusia ini, satu kajian yang baik saja, rasanya buat saya sudah berkah. Buku ini, menghadirkan dua perspektif yang kuat sekaligus aksesibel. Perayaan keimanan dan intelektual yang mesti kita sambut bersama.”

—Salman Aristo, penulis skenario, sutradara, dan produser film, peminat sains

 

“Agama Islam adalah agama yang diperuntukkan bagi orang-orang yang berakal. Artinya, semua hal dalam urusan keagamaan seharusnya bisa dijelaskan dengan ilmu (sains)—kecuali Zat-Nya. Buku ini menjadi jembatan pemikiran yang memperkuat keyakinan itu dan membuka cakrawala berpikir kita semua.”

—Dokter Tompi

 

 “Kekuatan utama buku ini: ditulis dengan tulus. Sehingga meski sains dan agama dilihat dengan perspektif perbedaan, mudah mendapat titik temunya untuk sama-sama menyumbang bagi peradaban.”

—Husein Ja’far Al Hadar, penulis buku Tuhan Ada di Hatimu

 

“Buku ini penting dicermati, bisa mentransformasi pertanyaan dari ‘ketidaktahuan menuju tahu’. Karena setahu saya, ‘tahu’ berangkat dari ‘ketidak-tahuan’. Bukan dari percaya/tidak percaya.”

—Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe Letto)

 

Tambahan pada Cetakan Kedua:

1. Sekapur Sirih dari Goenawan Mohamad

2. Tambahan 2 artikel

  • Bab 8 Islam Mempertimbangkan Teori Evolusi
  • Bab 10 Spiritualitas Cuma Urusan Otak dan Bukan Kesadaran Transenden?

Beli Buku di:
Mizanstore.com